Sabtu, 07 Mei 2011

Membacakan Teks Berita dengan Intonasi yang
Tepat serta Artikulasi dan Volume Suara yang
Jelas



Tujuan pembelajaran:
Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat membacakan teks berita dengan
intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang jelas.
Apakah kamu tertarik memerhatikan penyiar televisi dalam membacakan berita? Adakah
di antara kamu yang bercita-cita menjadi penyiar televisi? Pelajaran kali ini kamu akan
membacakan teks berita.
Agar mempunyai gambaran cara yang baik untuk membacakan berita, amatilah
penampilan penyiar televisi. Dari pengamatan tersebut, kamu akan tahu bahwa pembaca
dituntut mampu melafalkan kata secara benar dan menggunakan intonasi dengan tepat
maupun volume secara jelas.
Aspek-aspek yang perlu kamu perhatikan saat membaca teks berita di antaranya
intonasi yang tepat, artikulasi dan volume suara yang jelas, didukung oleh gestur atau gerak
anggota badan, mimik atau ekspresi wajah, serta kontak pandang dengan pendengar.
Kramadibrata Dewaki. 2008. Terampil berbahasa Indonesia: untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 101).

Menjadi pembaca berita di radio atau televisi merupakan salah satu profesi
yang cukup menyenangkan sekaligus menjanjikan. Dikatakan menyenangkan
karena seorang pembaca berita otomatis menjadi orang terdahulu yang
mengatahui peristiwa-peristiwa penting yang sedang terjadi. Cukup menjanjikan
karena menjadi pembaca berita di radio apalagi televisi dapat hidup layak dari
profesi yang ditekuni. Inilah salah satu hal penting bahwa kamu harus mampu
menguasai kemampuan membacakan teks berita dengan baik.
Membacakan teks berita merupakan salah satu kompetensi membaca
nyaring. Kompetensi membaca nyaring menuntut pembaca berekspresi secara
lisan sesuai dengan isi berita. Kemampuan membacakan teks berita menuntut
kamu untuk mampu mengomunikasikan teks yang kamu baca kepada orang
lain dengan lafal, intonasi, jeda, irama, vokal, dan ekspresi dengan jelas dan
tepat. Kejelasan dan ketepatan dalam mengomunikasikan teks yang kamu baca
sangat diperlukan agar teks yang dibaca itu dapat dipahami orang lain dengan
mudah sehingga orang lain terkesan dan tertarik terhadap isi berita yang kamu
baca.
Suwandi ,Sarwiji.2008. Bahasa Indonesia 2: bahasa kebanggaanku untuk SMP/MTs
kelas VIII. Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 259







Bacalah berita berikut ini!
Gedung Immigrasie Dienst Siap “Berina” Lagi
Gubernur Sutiyoso meresmikan gedung bekas Kantor
imigrasi Jakarta Pusat di Jalan Teuku Umar, Menteng, Senin
(10/9) lalu. Peresmian menandai rampungnya proyek
pemugaran gedung berumur 94 tahun itu.
Gedung di pojok Jalan Teuku Umar-Jalan Cut Nya Dien itu
tak bisa dipisahkan dari sejarah Jakarta. Sejarawan Adolf Heuken,
dalam bukunya, Menteng, Kota Taman Pertama di Indonesia,
menyebutkan, pembangunan gedung seluas 1.320 meter itu
menandai awal sejarah arsitektur modern di Indonesia.
“Gedung Imigrasi adalah gedung pertama di Jakarta yang
dibangun dengan konstruksi beton bertulang,” lanjut
Candrian Attahiyyat, Kepala Subdinas Pengawasan Cagar
Budaya Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.
Awalnya, gedung di atas lahan seluas 3.249 meter persegi
itu milik Nederlandsch Indische Kunstkring (Lingkar Seni
Hindia Belanda), perkumpulan yang berusaha membangkitkan lagi apresiasi warga Batavia terhadap seni.
Para aktivis perkumpulan itu pula yang sejak pertama
merancang dan membangunnya.
Alexander Willem Frederik Idenburg, Gubernur Jenderal
Hindia Belanda waktu itu, meresmikan sendiri gedung baru
tersebut segera setelah pembangunan usai pada tahun 1914.
Pameran pertama yang digelar adalah pameran lukisan
karya para perupa Belanda kelahiran Indonesia. Pada tahun
1936, sebagian ruang gedung Kunstkring alias
Kunstkringgerbouw itu sempat dijadikan galeri seni rupa
yang memamerkan lukisan kelas dunia. Di tempat itu pernah
pula dipajang sejumlah karya asli para perupa sohor semacam
Marc Chagall, Van Gogh, dan Picasso, yang dipinjam dari
berbagai museum di Eropa.
Namun, krisis moneter mengakibatkan gedung antik itu
terbengkalai. “Antara tahun 1998 dan 1999 terjadi penjarahan
besar-besaran terhadap bangunan tua yang sudah kosong itu.
Kusen-kusen pintu dan jendela, kaca-kaca patri, lampu-lampu,
hampir semua dirampok orang tak dikenal,” ujar Candrian.
Dijadikan galeri lagi
Baru pada tahun 2003 Pemprov DKI memutuskan untuk
menyelamatkan gedung tua itu. Dengan dana sebesar
Rp28,960 miliar, gedung dibeli dari PT MGC. Usaha
pemugaran kemudian dilakukan secara bertahap dan
rampung pada tahun 2005. Biaya pemugaran yang
dihabiskan, menurut Candrian, mencapai 5 milyar.
Sumber: Kompas, 11 September 2007



Ketika membaca berita tersebut, sebaiknya kalian
memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Pelafalan kata jelas.
2. Intonasinya tepat.
3. Penempatan jeda tepat.
4. Tekanan dan volume suara sesuai.
Sebelum membaca berita tersebut, sebaiknya beri tanda
sebagai berikut:
Tanda / ; (,) berhenti sebentar (jeda pendek)
Tanda // = (.) berhenti agak lama (jeda panjang)
Tanda = berlanjut pada baris berikutnya
Tanda tekanan naik
Tanda tekanan turun

(Maryati . 2008. Bahasa dan sastra Indonesia 2: untuk SMP/MTs kelas
VIII. Pusat Perbukuan, Departemen , Pendidikan Nasional. Hal 57)

Apakah kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk dapat
membacakan berita dengan baik? Jika belum, cermati sekali lagi uraian sebelumnya!
Aktivitas pembelajaran yang harus kamu lakukan untuk menguasai kompetensi membacakan teks
berita adalah (1) memahami isi berita dan menandai berita yang akan dibacakan serta (2) membacakan
dan mengomentari pembacaan berita.

1. Memahami Isi Beritas dan Menandai Berita yang Akan Dibacakan
Bacalah berita yang telah kamu tulis pada kegiatan lalu (pada unit peristiwa)! Agar
berita yang dilisankan mudah dipahami oleh pendengar,
pembaca berita perlu memahami pemenggalan frasa
(satuan makna) dalam melisankan berita. Pemenggalan
dilakukan pada setiap satuan makna bukan per kata.
Amati contoh penandaan berikut!
Aksi anarkis sejumlah suporter Persebaya // telah merusak
citra sepak bola nasional#.
PSSI bersikap tegas dalam menghukum pelaku dan penanggung jawab kerusuhan// di
Stadion Gelora Sepuluh November/ Surabaya/ Senin lalu#.
Dari berita tersebut, tampak bahwa pemenggalan dalam melisankan berita tidak
per kata, tetapi per satuan makna. Dengan pemahaman satuan makna, bekerjalah secara
berkelompok untuk memberi tanda garis miring (/) per satuan makna pada keseluruhan
berita di atas! Dalam bahasa Indonesia dikenal tanda-tanda berikut.
Tanda Jeda
● Tanda satu garis miring (/) digunakan untuk jarak satu hembusan nafas (satu ketukan) atau
digunakan antarkata dalam frasa.
● Tanda dua baris (//) digunakan untuk tempo ucapan dua ketukan atau digunakan antarfrasa
dalam klausa.
● Tanda silang ganda (#) digunakan antarkalimat dalam wacana.


(Laksono, Kisyani.2008.Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 109)


A . Membaca Teks Berita

Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu membacakan teks berita dengan lafal, intonasi, dan volume suara yang tepat.
Membacakan teks berita memerlukan teknik tersendiri, yaitu lafal harus
jelas, intonasi harus tepat, dan volume suara harus sesuai. Lafal merupakan
pengucapan bunyi. Pelafalan bunyi tersebut tepat apabila diucapkan sesuai
dengan daerah artikulasinya. Intonasi merupakan tinggi rendah suara.
disebut pula tone atau nada suara dalam membaca teks berita. Volume dalam
teknik membaca merupakan keras lemah suara yang diucapkan.
Apabila lafal, intonasi, dan volume suara tepat, pembacaan berita akan
berhasil dengan baik. Intisari berita yang dibacakan akan dapat sampai ke
telinga pendengar dengan jelas.

Bacakan teks berita berikut ini dengan lafal, intonasi, dan volume suara yang tepat!

POLUSI UDARA DI KOTA TEGAL

Polusi udara di sejumlah tempat di Kota Tegal melebihi ambang baku mutu. Hal itu
berbahaya bagi kesehatan karena dapat menimbulkan gangguan pernapasan. Untuk mengetahui
lebih dalam mengenai kualitas udara di Kota Tegal, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan
atau Bapedal Kota Tegal kembali melakukan pengujian terhadap kualitas udara di wilayah
tersebut, Selasa (4/9).
Kepala Seksi Pengendalian Lingkungan dan Laboratorium Kapedal Kota Tegal, Hendiati
Bintang Takarini, mengatakan bahwa dari hasil pengujian terhadap kualitas udara tahun 2006,
terdapat empat titik yang kadar polusi udaranya melebihi ambang baku mutu.
Empat titik tersebut meliputi kawasan perempatan Maya, kawasan di depan depo Pertamina,
Pasar Langon, dan Pasar Pagi Kota Tegal. Polusi yang terjadi di tiga kawasan pertama akibat
partikel debu yang berlebihan, sedangkan polusi di Pasar Pagi Kota Tegal akibat konsentrasi
timah hitam yang berlebihan.
Sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Baku Mutu
Udara Ambient, kadar partikel debu di suatu wilayah maksimal 150 miligram per meter kubik.
Namun, kadar partikel debu di kawasan perempatan Maya mencapai 211,66 miligram per
meter kubik. Di depan depo Pertamina mencapai 329,85 miligram per meter kubik, dan di
Pasar Langon mencapai 202,05 miligram per meter kubik.
Kadar partikel timah hitam di suatu wilayah maksimal 2,0 miligram per meter kubik.
Namun, kadar partikel timah hitam di Pasar Pagi Kota Tegal mencapai 5,17 miligram per meter
kubik.
Menurut Hendiati, polusi udara yang terjadi di beberapa titik Kota Tegal akibat akumulasi
asap kendaraan dan limbah industri. Polusi tersebut berbahaya bagi kesehatan karena dapat
menimbulkan gangguan pernapasan. Oleh karena itu, perlu upaya memecah konsentrasi
kepadatan lalu lintas.


Hariningsih Dwi. 2008. Membuka jendela ilmu pengetahuan dengan bahasa dan sastra
Indonesia 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Hal 99


C. Membacakan Teks Berita

Membacakan teks berita berbeda dengan membaca teks
berita. Membaca teks berita berarti kita melakukan kegiatan
membaca untuk mendapatkan informasi yang berorientasi bagi diri
kita. Perlu kalian garis bawahi bahwa membacakan teks berita
berarti membacakan teks mengenai sebuah berita kepada orang
lain atau pendengar. Berdasarkan hal tersebut, kalian dapat melihat
adanya perbedaan yang jelas antara membaca teks berita dengan
membacakan teks berita.

Guna melatih kemampuan kalian, coba bacakanlah berita berikut di depan teman-teman!

Mata pun Dapat Terserang Stroke

Stroke tidak hanya terjadi pada otak. Hal
yang sama dapat terjadi pada mata. Stroke
pada otak terjadi karena adanya sumbatan
pembuluh darah otak yang menyebabkan
kelumpuhan sebagian anggota tubuh. Adapun
stroke terjadi karena adanya hambatan suplai
darah ke saraf mata.
Ini berarti bahwa stroke terjadi akibat
adanya sumbatan mendadak pada pembuluh
darah arteri dan vena. Selain itu juga terjadi
gangguan aliran darah mendadak pada lapisan
dalam retina. Sumbatan tersebut biasanya
datang secara mendadak dan ditandai dengan
adanya gangguan penglihatan yang sifatnya
tiba-tiba. Penglihatan mendadak menjadi
kabur (buram). Sumbatan arteri retina dapat
terjadi pada arteri pusat. Sumbatan arteri
retina dapat juga terjadi pada arteri cabang.
Pada umumnya, sumbatan arteri retina
pusat akan menimbulkan dampak yang buruk
pada penglihatan penderita. Ini berbeda
dengan sumbatan arteri retina cabang yang
masih ada kemungkinan membaik.
Seperti dituturkan dr. Djatikusumo, Sp.
M., ada stroke mata yang masih dapat
disembuhkan, tapi ada pula yang sulit
disembuhkan atau diselamatkan. Kebutaan
pun tidak terhindarkan. Dia adalah spesialis
mata dari Departemen Mata Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Mengingat akibat yang dapat sangat
serius, stroke mata tidak dapat dianggap
remeh. Penanganan yang sangat cepat sangat
diperlukan. Jadi, begitu terjadi gejala awal
berupa penglihatan mendadak buram,
penderita harus secepatnya memeriksakan diri
ke dokter untuk mendapatkan pertolongan
medis.
Penanganan yang cepat ini perlu
mendapat perhatian. Sebab, keterlambatan
penanganan dapat berakibat fatal. Kurang dari
satu jam, masih dapat dilakukan sesuatu.
Akan tetapi lewat dari satu jam, saraf mata
sudah mati. Karena itulah, sumbatan arteri
retina tergolong kasus gawat darurat yang
perlu penanganan segera. Selain dapat
berakibat fatal, penderita sumbatan arteri
retina ini juga berisiko terkena penyakit
kardioveskuler.
Penanganan medis yang dilakukan dokter
terhadap penderita stroke mata bertujuan
untuk membatasi perluasan kerusakan retina.
Penanganan ini juga untuk membatasi
penurunan tajam penglihatan secara
permanen yang dapat mengakibatkan
kebutaan. Penanganan medis juga bertujuan
mencegah komplikasi, seperti terjadinya
glaukoma neovaskuler dan sumbatan pada
organ lain.
Pencetus
Di dunia medis, sebenarnya tidak
dikenal istilah stroke mata. Istilah ini hanya
di Indonesia agar mudah disosialisasikan
kepada masyarakat. Penamaan itu, boleh jadi,
karena proses terjadinya stroke mata hampir
sama dengan stroke yang dialami atau terjadi
pada otak.
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya
stroke mata, antara lain: penderita mengalami
tekanan darah tinggi, kencing manis (diabetes
melitus), kadar kolesterol tinggi, penyakit
katup jantung, kelainan darah (gangguan
pembekuan), dan penyakit kolagen. Merokok,
obesitas (kegemukan), dan kurang berolahraga
juga dapat menjadi faktor penyebab stroke
mata.
Stroke mata umumnya dialami oleh
orang yang sudah lanjut usia, terutama di atas
usia 60 tahun. Walau begitu, bukan berarti
kelompok usia muda luput dari ancaman
stroke mata. Penyakit lupus dan gangguan
kekentalan darah dapat meningkatkan risiko
orang-orang berusia muda terserang stroke
mata.
Pencegahan
Jika punya kemauan dan disiplin kuat,
sejatinya tidak sulit mencegah stroke mata.
Caranya adalah dengan menerapkan pola
hidup sehat. Konsumsilah makanan sehat,
makan teratur, serta membiasakan diri
menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga
secara teratur.
Selain itu, sedapat mungkin menghindari
penyakit atau kondisi yang menjadi faktor
penyebab terjadinya stroke mata, seperti
hipertensis, kencing manis, dan obesitas.
“Jika terlanjur terserang penyakit-penyakit
yang menjadi faktor penyebab semisal
kencing manis, usahakan untuk
mengendalikannya.”
Jika Anda seorang perokok, sebaiknya
segera hentikan kebiasaan buruk ini. “Bagi
para perokok, penyebab stroke mata bukan
dari asap rokok yang mengenai mata, tapi dari
asap rokok yang diisap masuk ke dalam
tubuh.”
(Sumber: Republika, Februari 2007, dengan
pengubahan)

Yudha, Asep. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2 : Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional. Hal 168.





PERTANYAAN


1. Tanda apakah yang digunakan untuk jarak satu hembusan nafas (satu ketukan) atau
digunakan antarkata dalam frasa. . . . . .

a. /
b. //
c. #
d. .


2. Ketika membaca berita tersebut, sebaiknya kalian memperhatikan hal-hal sebagai berikut. . . .

a. Intonasi yang kurang jelas
b. Penempatan jeda yang tepat
c. Cepat,singkat,jelas
d. Dengan mimik wajah yang bagus


3. Tanda tekanan naik yang benar adalah. . .

a.
b. ,
c. ?
d.


4. Membaca teks berita memerlukan teknik tersendiri, yaitu ....
a. Lafal harus jelas.
b. Lafal harus tepat.
c. Intonasinya keras
d. Lafalnya salah



5. Membacakan teks berita berarti ....

a. Membacakan teks mengenai sebuah berita kepada orang lain atau pendengar.
b. Membacakan bacaan disuatu koran.
c. Membaca bacaan untuk mencari pokok pikiran.
d. Membaca teks berita dengan cepat.




Jawaban :
1. A
2. B
3. D
4. A
5. A

0 komentar:

Poskan Komentar